Program GO ORGANIK 2010



Pencanangan Program Go Organik 2010 oleh Departemen Pertanian sudah dilakukan sejak tahun 2001 dengan visi mewujudkan Indonesia sebagai salah satu produsen pangan organik terbesar di dunia. Pensuksesan program tersebut memerlukan keterpaduan peran dan tanggungjawab seluruh stakeholder terkait termasuk pemerintah, yang salah satu tugasnya adalah memfasilitasi pelaksanaan program Go Organik 2010 mulai dari penyusunan kebijakan, sosialisasi sistem pangan organik, penyiapan infrastruktur sistem pangan organik, penyiapan kelembagaan, penyiapan tenaga fasilitator/Pembina sistem pertanian organik, penyiapan inspektor organik, termasuk memfasilitasi akses pasar bagi produk-produk organik berkualitas.

Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 380/Kpts/OT.130/10/2005 berada di Ditjen Pengolahan dan Pemasaran hasil Pertanian (PPHP), dan Dirjen PPHP sebagai Ketua OKPO. OKPO bertugas menetapkan kebijakan tentang pengaturan, pengawasan dan pembinaan sistem pangan organik. Dalam menjalankan tugasnya OKPO dibantu oleh Kelompok Kerja (perwakilan dari pemangku kepentingan), dan Sekretariat OKPO yang berada di Direktorat Mutu dan Standardisasi. Bersama stake holder terkait, OKPO menginisiasi peninjauan kembali Standar Nasional Indonesia (SNI) sistem pangan organik (SNI 01-6729-2002) sebagai acuan bagi produsen yang ingin bertani secara organik dan ingin mendapatkan pengakuan formal melalui sertifikasi. OKPO juga telah menerbitkan 13 buku pedoman yang mendukung penerapan SNI sistem pangan organik, mulai dari pedoman yang mengatur tentang penerapan jaminan mutu untuk budidaya dan pengolahan produk organik, persyaratan lembaga sertifikasi, pedoman inspeksi serta sertifikasinya, kompetensi inspektor dan fasilitator, dan tidak kalah pentingnya adalah pedoman penggunaan Logo Organik Indonesia.

Pemerintah sangat mengapresiasi sektor swasta termasuk pelaku pasar yang mendukung Gerakan Go Organik 2010. Kamis, 15 April 2010 Menteri Pertanian menghadiri undangan Matahari Food Business sebagai salah satu narasumber acara diskusi interaktif “Matahari Food Business Mendukung Gerakan Go Organik 2010” yang dilaksanakan di Matahari Foodmart Cilandak Town Square, Cilandak Jakarta Selatan. Diskusi interaktif dipandu oleh presenter sekaligus pelaku bisnis di bidang organik “Melly Manuhutu”, menghadirkan narasumber selain Menteri Pertanian RI yang didampingi oleh Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian selaku ketua Otoritas Kompeten Pangan Organik, juga Direktur Merchandising & Marketing Matahari Food Business, Lembaga Sertifikasi Pangan Organik Inofice dan Nutritionist Wied Harry.

Matahari Food Business (MFB) merupakan ritel modern pertama yang memulai penjualan produk pangan organik bersertifikat (ditandai dengan logo organik Indonesia di kemasan). Dari hasil diskusi interaktif yang berlangsungmenarik, audiens yang terdiri dari pelaku bisnis dibidang organik mulai dari produsen hingga retailer serta konsumen pangan organik mendapatkan informasi tentang peluang pasar, aspek nutrisi produk organik, bagaimana prosedur sertifikasi organik dan bagaimana prosedur pembinaan organik oleh Departemen Pertanian.

Menteri Pertanian menyampaikan bahwa pengembangan pangan organik selain dipicu oleh penurunan produktivitas lahan karena penggunaan input kimia sintetis juga tuntutan konsumen terhadap produk pangan yang sehat dan ramah lingkungan (back to nature). Dalam mendukung pengembangan pangan organik ini telah diberikan bantuan rumah kompos lengkap dengan ternak kepada masyarakat senilai +/-Rp 350 juta per unit, malaupun masih dalam jumlah terbatas. Selanjutnya untuk fasilitasi pembinaan dalam rangka sertifikasi serta biaya sertifikasi bagi kelompok tani telah dilakukan dan kedepan akan terus ditingkatkan.

Direktur Jenderal PPHP (ketua OKPO) menyampaikan bahwa pertanian organik semakin berkembang dan menginformasikan bahwa Propinsi Bali dalam mendukung pariwisatanya telah mencanangkan “Organic Island” dan pada bulan Mei pada kegiatan promosi “Agro and Food Expo 2010 akan dipromosikan produk organik dengan tema mendukung “Go Organic 2010”. Beberapa produk organik yang telah diekspor antara lain beras, kopi, kakao dan mete yang pada umumnya masih disertifikasi oleh LSPO asing.

Direktur Merchandising & Marketing Matahari Food Business menginformasikan bahwa peluang pasar produk-produk organik berkualitas dan bersertifikat sangat besar. MFB menjadi pelopor retailer yang menjual produk-produk organik bersertifikat dan kedepan akan lebih dikembangkan, tidak hanya produk buah, sayur dan beras tetapi juga daging, unggas dsb., sesuai ketersediaan pemasok dan permintaan pasar.

Dalam rangka menindaklanjuti diskusi interaktif tersebut, Ditjen PPHP dalam waktu tidak terlalu lama akan melakukan pembinaan untuk persiapan sertifikasi kepada sekitar 10 kelompok tani (poktan), dan telah menginformasikan kepada Dinas lingkup pertanian untuk mengajukan proposal fasilitasi pembinaan dan sertifikasi organik bagi kelompok tani pertanian organik di wilayahnya, termasuk kegiatan agribisnis organik dengan pola “two in one” (Pemerintah memfasilitasi sarana dan teknologi, mitra poktan menjadi aphalis dalam pengadaan modal usaha poktan).

Untuk meningkatkan animo masyarakat terhadap pengembangan pertanian organik, belum dilakukan pengawasan secara ketat. Saat ini, OKPO telah menyiapkan perangkat penerapan sistem pangan organik dan telah berupaya mensosialisasikan agar masyarakat memahami pertanian organik sesuai SNI 01-6927-2002 (tentang sistem pangan organik) dan kedepan, dalam rangka melindungi konsumen serta produsen pangan organik yang bersertifikat akan dilakukan pengawasan. Saat ini sedang disusun Permentan tentang pengawasan produk pangan organik.

Kini, gaung “Go Organik 2010” mulai dapat kita rasakan. Langkah Matahari Food Business untuk ikut mendukung Go Organik 2010 semoga diikuti oleh retail-retail modern dibidang pangan lainnya. Pemahaman tentang pangan organik bagi masyarakat juga mulai meningkat, sehingga dalam mengkonsumsi produk organik mulai memilih yang berlogo, disamping itu konsultasi dari beberapa produsen maupun retailer tentang sertifikasi dan informasi pemasok produk organik bersertifikat mulai meningkat. Mudah-mudahan ini merupakan awal yang baik dalam membina pencitraan produk organik Indonesia yang bermutu sehingga mudah menembus pasar ekspor.

Source: http://www.deptan.go.id

Comments

  1. "BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK AJAIB SO / AVRON / NASA + EFFECTIVE MICROORGANISME 16 PLUS (EM16+), DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO", hasilnya akan lebih baik, bisa meningkat 1 -- 4 kali pola bertani biasa.

    PUPUK ORGANIK AJAIB SO/AVRON/NASA merupakan pupuk organik lengkap yang memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanah dengan kandungan asam amino paling tinggi yang penggunaannya sangat mudah, sedangkan EM16+ merupakan cairan bakteri fermentasi generasi terakhir dari effective microorganism yang sudah sangat dikenal sebagai alat composer terbaik yang mampu mempercepat proses pengomposan dan mampu menyuburkan tanaman dan meremajakan/merehabilitasi tanah rusak akibat penggunan pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali, sementara itu yang dimaksud sistem jajar legowo adalah sistem penanaman padi yang diselang legowo/alur/selokan, bisa 2 padi selang 1 legowo atau 4 padi selang 1 legowo dan yang paling penting dalam tani pola gabungan ini adalah relative lebih murah.
    CATATAN:
    1. Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan/mensejahterakan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba secara mandiri system pertanian organik ini pada lahan kecil terbatas di lokasi komunitas petani sebagai contoh (demplot) bagi masyarakat petani dengan tujuan bukan untuk Anda menjadi petani, melainkan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu ANDA MENJADI AGEN SOSIAL penyebaran informasi pengembangan system pertanian organik diseluruh wilayah Indonesia.
    2. Cara bertani organik tidak saja hanya untuk budidaya tanaman padi sawah, tetapi bisa juga untuk berbagai produk-produk Agro Bisnis yang meliputi pertanian (padi, palawija, buah dan sayuran), perkebunan, perikanan, dan petennakan.

    Hasil panen setelah menggunakan Pupuk Ajaib SO
    Kesaksian untuk tanaman pertanian tanpa pestisida kimia, dan perangsang tumbuh tambahan lainnya :
    * Cabe Organik bias mencapai 6 kg/pohon, dan umur tanaman bisa sampai 3 tahun.
    * Padi Organik bias mencapai rata-rata 16—24 ton / hektar.
    * Bawang Merah Organik bisa mencapai diatas 24--36 ton / hektar
    * Jamur Tiram Organik bisa meningkat 300 % dari biasanya, dan bebas ulat !
    * Bawang Daun Organik bisa mencapai rata-rata 1 kg/batang
    * Kol Organik bisa mencapai rata-rata 5-8 kg/pohon
    * Sawit yg sudah tidak produktif bisa kembali lagi produktif, sedangkan yg diberi pupuk
    kimia tidak ada perubahan
    Kesaksian untuk hewan tanpa vaksin, antibiotik, dan vitamin lainnya :
    * Nila 3cm dirawat 2 minggu bisa sebesar umur 2 bulan padahal pakannya hanya
    ampas tahu & bekatul.
    * Bebek afkir yang biasanya telurnya hanya 10% bisa meningkat jadi 50% lebih.
    * Sapi beratnya meningkat di atas 1,5 kg/hari padahal pakannya hanya daun-
    daunan saja.
    * Broiler bisa panen pada hari ke 28-29 berat 1,5-1,7 kg
    * Pembibitan lele angka kematian bisa sampai pada 0%
    * Budidaya belut bibit 3 bulan bisa mencapai berat rata-rata 500 gram/ ekor
    * Lele 5—7 cm bisa panen dalam waktu 29 hari

    Anda siap menjadi donatur bagi pekerja sosial agen penyebaran informasi,
    atau Anda sendiri merangkap sebagai pekerja social agen penyebaran informasi itu
    dilokasi sekitar anda berada, atau pada wilayah yang lebih luas lagi diseluruh Indonesia?
    Hubungi kami di omyosa@gmail.com, atau sms ke 02137878827, 081310104072
    Diposting dari berbagai sumber

    ReplyDelete

Post a Comment