Mengapa Saya NGALAMANIA?

Laskar Ken ArokOleh: ALieF "d'Ngalamania" Kurniawan

Malang - Assalamualaikum mas bro n mbak sist semua. Kabar sehat kan? Semoga sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin! :)

Nah kali ini saya akan memberikan alasan saya mengapa menjadi seorang Ngalamania. Memang sebelumnya saya pendukung tim Arema Indonesia (Aremania). Dengan "hijrah" menjadi Ngalamania, saya sempat dicap sebagai suporter musiman. Namun, saya mengakuinya kalau: YA, SAYA SUPORTER MUSIMAN!!! [Baca: Ya, ayas Aremania Musiman!]

Tanpa panjang lebar lagi, berikut fakta-fakta mengapa, sejak dan selama saya menjadi seorang Ngalamania:

MENGAPA DARI AREMANIA KE NGALAMANIA?
1. Harga tiket Arema Indonesia yang semakin mahal bagi seorang kaum urban Kota Malang.
2. Saya tidak mau menjadi "suporter perah" (iya kalau "sapi perah" meski dipeloroti tiap hari tapi tetap dirawat dengan baik, nah kalau "suporter perah"?).
3. Saya sering ikut-ikutan misuh jika di stadion, padahal aslinya gak ingin misuh (karena buat Aremania, misuh adalah kebanggaan dan tradisi).
4. Saya tidak mau terjebak oleh kata "tanpa batas" dan "sejati".
5. "Perampokan" berkedok RBT Arema Voice Telkom Flexi yang menyedot pulsa selama 2 bulan tanpa saya mendaftar dan menikmatinya (suara RBT tetap "tuuut..tuuut..tuuut...").

SEJAK KAPAN JADI NGALAMANIA?
1. Menjadi Ngalamania setelah Arema Indonesia juara dan sebelum final Piala Indonesia 2010 (tepatnya 1 Agustus 2010).

SELAMA JADI NGALAMANIA?
1. Dengan menjadi suporter "minoritas", saya berharap mendapat kenyamanan dan keamanan.
2. Menjadi seorang Ngalamania menjadikan saya memiliki lebih banyak teman, karena yang dulunya "musuh" sekarang jadi teman, yang teman pun masih jadi teman.
3. Home Persema Malang lebih dekat dan mudah dijangkau, Stadion Gajayana.
4. Tidak dipusingkan urusan internal klub (terutama gaji pemain), relaks!!!
5. "Minoritas" lebih membuat sesama Ngalamania menjadi akrab.
6. Emosi sebagai suporter lebih terjaga (tidak asal misuh-misuh).
7. Dengan bergabungnya Persema ke Liga Primer Indonesia, saya "terhindar" dari Nugraha Besoes (sekjen PSSI).

Nah, demikian fakta mengapa saya jadi Ngalamania. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan (karena memang itulah yang saya rasakan). Salam Change The Game. :)

Wassalamualaikum.

4 comments:

  1. orang urban yg kere jd supoter ikut2an sm dgn klubnya jg kere gaji blm di bayar skrg malah cm pemain lokal ya ikut tarkam aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. SORY BOS AYAS BUKAN "GLORY HUNTER". DUKUNG KLUB YANG TIAP LAGA KANDANG DAPAT 700JUTA TAPI NGAKUNYA MLARAT KE SUPORTER. MELAS TEMENAN DADI SUPORTER KOK DIGOROHI KLUB DUKUNGANE. HAHAHA. ;)

      Delete

DO-FOLLOW BLOG

No Spam, No Rasis, No Anarkis, Relevant with Topic 'n Just Good Comment(s)