Pacitan, Hiburan dan Gratisan

Pantai Teleng RiaHalo kawan-kawan semua. Bagaimana kabar hari ini? Sehat? Ya..semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin.

Sebelumnya marilah kita berdoa sejenak untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Mentawai serta korban letusan Gunung Merapi. Berdoa...mulai.......... Selesai.. ^^,

Sambil mendengarkan tembang campursari dan menikmati sebotol air mineral, iseng-iseng saya mencoba menulis sesuatu yang berhubungan dengan Pacitan. Karena memang sangat sedikit sekali saya posting mengenai Pacitan dan isinya. Sesuai judul, kali ini saya mengangkat tingginya minat masyarakat Pacitan akan suatu hiburan yang bersifat gratis alias yang tidak bayar. Tentu saja secara tidak langsung salah satu masyarakat tersebut adalah saya sendiri.

Hiburan merupakan kebutuhan setiap manusia. Dengan adanya hiburan, manusia akan merasakan hidup ini menjadi lebih hidup. Hiburan bisa didapatkan secara gratis maupun harus membayar terlebih dahulu. Sering kita menginginkan hiburan yang gratis (termasuk saya). Nah..menurut pengamatan saya, selama ini apabila di Pacitan ada hiburan yang disajikan secara gratis, misal dangdut, voli atau hiburan rakyat, sudah dapat dipastikan akan dibanjiri penonton. Sebaliknya, hiburan sering sepi bila dipatok HTM (Harga Tiket Masuk).

Saya pun jika sudah di Pacitan sering memilih tempat-tempat hiburan yang tanpa fasilitas tiket (alias gratisan) dan menghindari tempat-tempat berbayar. Sangat berbeda kalau di Malang, meskipun hiburan berbayar pun biasanya saya bela-belain bayar. Tentu dengan syarat kualitas hiburan berbanding lurus dengan harga tiketnya. Contoh termutakhir adalah saat saya datang ke event Malang Reggae Fest 2010 kemarin. HTM IDR 30,000 langsung saya bayar tunai. Mengapa??? Karena saya yakin event tersebut memiliki kualitas tinggi dengan perform Mas Bro Tony Q Rastafara dan Mas Bro Ras Muhammad. Contoh lain adalah ketika melihat pertandingan Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan pada musim kemarin, meski harga tiket di calo mencapai IDR 40,000, tetap berani keluar uang demi hiburan berkualitas.

Oke..kembali ke Pacitan. Entah mengapa uang IDR 5,000 terasa berat dikeluarkan untuk beli tiket masuk kawasan pariwisata Pantai Teleng Ria. Sebenarnya saya mau saja membayar, hanya saja apabila mengajak kawan saya pasti minta dibayarin, itulah yang memberatkan (sangat beraaaattttt!!!). Ujung-ujungnya yaaaaa..ke alun-alun yang gratisan saja. Hahahahaha…

Ada apa dengan Pacitan? Hawa gratisan sangat kuat menyergap dan menyebabkan saya tergoda untuk menutup rapat-rapat dompet atau saku. Perlukah peningkatan kualitas dan kuantitas hiburan berbayar sehingga mendorong masyarakat untuk meninggalkan “budaya” gratisan? Kalau menurut saya itu sangat perlu mengingat Pacitan sangat minim hiburan berkualitas tinggi. Namun saya melihat datangnya “duo Keong Racun” ke Pacitan bisa menjadi “awal” hadirnya hiburan berkelas di Pacitan. Siapa tahu selanjutnya Bung Ovan Tobing (Malang) akan hadir di Pacitan dengan “kroni-kroni” genre rock dan metalnya (oyi kadit Mbah OT??? Hehehehe… ^^v pissss).

Ah sudah ah..sekian dulu tulisan saya tentang salah satu kebiasaan saya di Pacitan. Mohon maaf jika kurang berkenan di hati kawan-kawan (terutama yang asalnya Pacitan). Monggo ditanggepi mawon (boleh memuji, boleh menghujat). Terima kasih, matur suwun. ^^v

3 comments:

  1. HTM Rp. 5.000 di teleng ria, terasa berat krn biasanya gratis bro... Apalagi kalo kita sempat mengenyam era masuk teleng ria gratis...
    Yang mungkin jadi pemikiran saya, Kenaikan tarif akibat swastanisasi dr 3 rb ke 5 rb ini apa ada perbedaan kualitas pelayanan atau penambahan fasilitas?

    Salam dr blogger Pringkuku.... :)

    ReplyDelete
  2. hmmmm..
    sayangny tak sekalipun aku merasakan nton konser byar pake tiket masuk..

    krjaan d rumah aj sih.. ga d bolehin nton konser2 de el el.. heheh :P

    ReplyDelete
  3. @kartunmania.. iya mas bro..serasa jadi tamu di kota sendiri.. mungkin kalau segi fasilitas jelas bertambah..yg kurang adalah pelayanannya..

    @ajeng.. ya mending dirumah ae (daripada ilang lho).. :p

    ReplyDelete

DO-FOLLOW BLOG

No Spam, No Rasis, No Anarkis, Relevant with Topic 'n Just Good Comment(s)