Kabupaten Pacitan Butuh TPA Modern dan Ramah Lingkungan





Tempat pembuangan akhir sampah (TPA) yang dimiliki Kabupaten Pacitan ternyata belum memenuhi persyaratan ideal. Sarana penampungan limbah sampah yang ada masih bersifat Open Dumping. Yakni, hanya menjadi tempat penampungan dan penimbunan sampah. Belum ada pengelolaan yang sistematis dan modern sehingga ramah lingkungan.

Diungkapkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Joni Maryono, Sebagai tempat menumpuknya bermacam-macam limbah, Tempat pembuangan akhir sampah (TPA) harus memenuhi persyaratan Sanitary Landfill. Dengan Sistem ini, lokasi TPA dibagi beberapa zona untuk memilah sampah sesuai sifat sampah. Sedangkan untuk menjaga agar limbah cair dari bermacam sampah tidak meresap ke tanah, tempat penampungan hamparan sampah dibuat kedap air, dengan memberi lapisan khusus pada permukaan tanah.Tujuanya, limbah cair dari sampah tidak langsung meresap ketanah sehingga mencemari lingkungan. Selanjutnya, cairan dialirkan melalui pipa ke bak penampungan.

Diakui Joni Maryono, untuk membuat sistem pengolahan TPA yang modern tersebut pihaknya merasa belum mampu. Selain mahal, tempat yang ada pun belum memenuhi syarat ideal. Untuk lokasi TPA dengan sistem Sanitary Landfill, dibutuhkan lokasi dengan luas lahan 5 hektar. Sedangkan yang ada saat ini baru 1/4 hektar, Dan sudah mencapai titik jenuh. Untuk perluasan, Pemerintah daerah telah mengupayakan lahan baru seluas 1,3 hektar tak jauh dari lokasi yang sudah ada. Kedepan lanjut Joni Maryono pihaknya akan berusaha mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat melalui kementerian PU.

Tempat pembuangan akhir sampah (TPA) tandas Joni Maryono, memang menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Pacitan. Apalagi dengan anugerah Adipura yang sudah tiga kali diraih kota diujung selatan Jawa timur ini. Untuk mengurangi timbunan sampah yang berlebihan, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Yakni dengan melakukan pemilihan sampah daur ulang dan sebaliknya. Cara ini tegas Joni Maryono, lebih efektif untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke pembuangan sampah sementara. Di sisi lain masyarakat bisa memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk kompos.

Source: http://www.pacitankab.go.id/

Last Update: -/-/-

0 Komentator:

Post a Comment

DO-FOLLOW BLOG

No Spam, No Rasis, No Anarkis, Relevant with Topic 'n Just Good Comment(s)